Friday, April 23, 2010

Brain games makes you smarter???

People playing computer games to train their brains might as well be playing Super Mario, new research suggests.

In a six-week study, experts found people who played online games designed to improve their cognitive skills didn't get any smarter.

Researchers recruited participants from viewers of the BBC's science show "Bang Goes the Theory." More than 8,600 people aged 18 to 60 were asked to play online brain games designed by the researchers to improve their memory, reasoning and other skills for at least 10 minutes a day, three times a week.

They were compared to more than 2,700 people who didn't play any brain games, but spent a similar amount of time surfing the Internet and answering general knowledge questions. All participants were given a sort of I.Q. test before and after the experiment.

Researchers said the people who did the brain training didn't do any better on the test after six weeks than people who had simply been on the Internet. On some sections of the test, the people who surfed the Net scored higher than those playing the games.

The study was paid for by the BBC and published online Tuesday by the journal Nature.

"If you're (playing these games) because they're fun, that's absolutely fine," said Adrian Owen, assistant director of the Cognition and Brain Sciences unit at Britain's Medical Research Council, the study's lead author. "But if you're expecting (these games) to improve your I.Q., our data suggests this isn't the case," he said during a press briefing on Tuesday.

One maker of brain games said the BBC study did not apply to its products. Steve Aldrich, CEO of Posit Science, said the company's games, some of which were funded in part by the U.S. National Institutes of Health, have been proven to boost brain power.

"Their conclusion would be like saying, 'I cannot run a mile in under 4 minutes and therefore it is impossible to do so," Aldrich said in a statement.

Posit Science has published research in journals including the Proceedings of the National Academy of Sciences showing their games improved memory in older people.

Computer games available online and marketed by companies like Nintendo that supposedly enhance memory, reasoning and other cognitive skills are played by millions of people worldwide, though few studies have examined if the games work.

"There is precious little evidence to suggest the skills used in these games transfer to the real world," said Art Kramer, a professor of psychology and neuroscience at the University of Illinois. He was not linked to the study and has no ties to any companies that make brain training games.

Kramer had several reservations about the BBC study's methodology and said some brain games had small effects in improving people's cognitive skills. "Learning is very specific," he said. "Unless the component you are trained in actually exists in the real world, any transfer will be pretty minimal."

Instead of playing brain games, Kramer said people would be better off getting some exercise. He said physical activity can spark new connections between neurons and produce new brain cells. "Fitness changes the building blocks of the brain's structure," he said.

Still, Kramer said some brain training games worked better than others. He said some games made by Posit Science had shown modest benefits, including improved memory in older people.

Other experts said brain games might be useful, but only if they weren't fun.

"If you set the level for these games to a very high level where you don't get the answers very often and it really annoys you, then it may be useful," said Philip Adey, an emeritus professor of psychology and neuroscience at King's College in London.

If people are enjoying the brain games, Adey said they probably aren't being challenged and might as well be playing a regular video game.

He said people should consider learning a new language or sport if they really wanted to improve their brain power. "To stimulate the intellect, you need a real challenge," Adey said, adding computer games were not an easy shortcut. "Getting smart is hard work."

source: http://news.yahoo.com/s/ap/20100421/ap_on_hi_te/eu_med_brain_games

7 Rahasia Wanita... Is it true???

1. Harga asli lebih mahal
Jujur saja, wanita sangat menikmati acara belanja. Apalagi kebanyakan dari kaum wanita memang tak bisa menahan diri saat musim sale tiba. Sadar kebiasaan ini bisa memicu perdebatan dengan pasangan, banyak wanita yang memilih menyembunyikan harga sebenarnya dari barang-barang yang dibeli.

2. Sering memikirkan tentang seks
Bukan cuma pria yang suka memikirkan tentang seks, wanita juga, hanya bedanya yang ada dalam fantasi wanita adalah pasangannya. Sayangnya, di malam hari terkadang kaum hawa ini terlalu lelah dan kehabisan energi untuk mewujudkan fantasinya.

3. Takut komitmen
Memang benar bahwa wanita sering memimpikan pernikahan yang romantis, serba putih, dan bersanding dengan pangeran tampan. Tapi, wanita juga tak berbeda jauh dengan pria, mereka juga cemas dan takut saat memikirkan komitmen. Segala hal yang menimbulkan ketidak pastian memang membuat hati ragu. Apakah pria ini akan jadi suami yang baik, apakah pernikahan kami akan bahagia, dan sederet keraguan lainnya langsung hinggap di kepala saat membicarakan tentang pernikahan.

4. Tetap butuh bantuan
Wanita masa kini memang lebih modern dan mandiri, tapi bagaimana pun juga dalam hati kecil setiap wanita membutuhkan bantuan dan perlindungan dari pasangannya. Membetulkan mobil yang mogok, memiliki pengetahuan yang luas, atau sekadar membawakan tas, sudah membuat wanita merasa lebih feminin dan aman bersama si dia.

5. Ingin dicemburui
Rasanya setiap wanita ingin diperhatikan oleh pasangan dan sedikit dicemburui. Hal itu akan membuat wanita merasa menjadi orang yang dibutuhkan dan disayangi pasangannya. Itu sebabnya, saat ada pria lain memuji kecantikan, kami berharap pasangan mengetahuinya dan memperlihatkan rasa cemburu.

6. Curhat pada sahabat
Pada sahabat kita leluasa bercerita tentang berbagai hal, tapi tak semua hal dibuka begitu saja. Ada hal-hal tertentu yang tetap kami simpan sendiri terutama yang sifatnya sangat pribadi, misalnya kesedihan suami saat orangtuanya meninggal, dan sebagainya.

7. Suka pada hal-hal romantis
Setiap wanita pada dasarnya menyukai hal-hal yang romantis atau sesuatu yang bisa menimbulkan sensasi bahagia, seperti saat sedang jatuh cinta. Makanya, untuk mengulang sensasi jatuh cinta ini, kebanyakan wanita adalah penggemar film-film cinta atau komedi romantis.

Jangan Pakai Bra 24 Jam!!

Beberapa wanita percaya menyangga payudara secara terus menerus bisa menghindari payudara turun. Namun kebiasaan itu ternyata bisa memicu peningkatan suhu tubuh sekitar payudara yang lama-lama berisiko terkena kanker.

Dua ilmuwan Sydney Singer dan istrinya Soma Grismaijer pada tahun 1991 melakukan penelitian mengenai berapa lama waktu yang ideal untuk memakai penutup dada wanita atau bra?

Jawabannya ternyata kurang dari 12 jam. Wanita yang ingin menghindari kanker payudara harus memakai bra dalam waktu sesingkat mungkin, dan sebaiknya kurang dari 12 jam per hari.

Singer dan Grismaijer mempelajari kebiasaan memakai bra 4.500 wanita di lima kota di seluruh Amerika Serikat. Hasil studinya telah dipublikasikan dalam sebuah buku Dressed To Kill: The Link Between Breast Cancer and Bras.

Hasil studi menunjukkan wanita yang memakai bra selama 24 jam sehari berisiko paling tinggi terkena kanker payudara. Sedangkan wanita yang jarang memakai bra paling sedikit risikonya.

Perbandingan hasil studi tersebut menunjukkan:
  1. 3 dari 4 wanita yang memakai bra 24 jam per hari
  2. 1 dari 7 wanita yang memakai bra lebih dari 12 jam per hari, tetapi tidak menggunakannya saat tidur
  3. 1 dari 152 wanita yang memakai bra kurang dari 12 jam per hari
  4. 1 dari 168 wanita yang jarang atau bahkan yang tidak pernah memakai bra sama sekali

Jadi risiko wanita yang memakai bra selama 24 jam memiliki 125 kali lipat risiko terkena kanker payudara dibanding yang jarang memakai bra.

Waktu yang paling tepat untuk mengistirahatkan payudara dengan tanpa memakai bra adalah saat tidur. "Jangan tidur dengan bra," kata Sydney Singer, seperti dilansir dari chetday, Jumat (23/4/2010).

Memijat payudara disertai menarik napas panjang setiap kali melepas bra dapat memperlancar aliran getah bening dan mencegah berkembangnya kanker pada payudara.

Sistem limfatik pada payudara hanya berkembang sepenuhnya selama kehamilan dan menyusui, sehingga wanita yang memakai bra sehari-hari, menunda memiliki anak dan yang tidak menyusui dapat terkena risiko kanker payudara lebih tinggi.

Sekitar 75 persen wanita yang terkena kanker payudara sebenarnya tidak memiliki faktor risiko kanker. Hal ini memunculkan dugaan bahwa penggunaan bra yang tidak pas atau terus-terusan memakai bra merupakan faktor yang dapat menjelaskan hal tersebut.

Ukuran bra yang tidak tepat atau terlalu ketat dapat membantu pertumbuhan kanker di payudara. Karena bra yang salah dapat menghambat penetralan bahan kimia berbahaya dalam tubuh yang menyebabkan kanker. Dan sekitar 80 persen wanita menggunakan bra yang salah.

Alasan utama mengapa bra yang ketat dapat membahayakan kesehatan adalah karena bisa membatasi aliran getah bening di payudara. Normalnya, cairan getah bening mencuci bahan limbah dan racun lain, serta menjauhkannya dari payudara.

Menggunakan bra terlalu lama juga meningkatkan suhu jaringan payudara, dan wanita yang memakai bra memiliki kadar hormon prolaktin (hormon yang berfungsi merangsang kelenjar air susu) yang lebih tinggi. Kedua hal ini dapat mempengaruhi pembentukan kanker payudara.

dikutip dari: http://health.detik.com/read/2010/04/23/151146/1344227/763/demi-payudara-sehat-jangan-pakai-bra-24-jam?993306755