Friday, October 14, 2011

Buah dan Sayur Lebih Baik??

Berbagai macam suplemen dan multivitamin marak dijual di pasaran. Namun, pakar gizi menyarankan, sebaiknya Anda berhati-hati dalam mengonsumsinya. Agar lebih aman, mereka merekomendasikan agar Anda tak terlalu banyak mengonsumsi zat-zat buatan itu.   

Menurut mereka, mengonsumsi suplemen atau multivitamin secara berlebihan kemungkinan besar malah bakal mengakibatkan efek samping, misalnya ketergantungan.

Fransiska A Sastradidjaya, pakar gizi Universitas Islam Negeri, Ciputat, Jakarta, lebih menyarankan Anda untuk mendapatkan asupan vitamin secara alami lewat konsumsi buah dan sayur. "Pilih yang alami, soalnya lebih sehat," katanya.

Asal Anda tahu, kandungan vitamin dalam sayur dan buah sudah cukup lengkap. Selain itu, sayur dan buah juga mengandung unsur-unsur lain, seperti mineral, serat, protein zat besi, juga beberapa lainnya.

Buah pisang, misalnya. Setiap 100 gram pisang mengandung energi sekitar 136 kalori. "Pisang juga kaya mineral, seperti kalium, magnesium, fosfor, dan kalsium. Kemudian juga mengadung vitamin C, B kompleks, B6, dan serotonin yang membantu kelancaran fungsi otak," ujar Wahyu Wijiati R, Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakil Pertamina, Jakarta Selatan.

Adapun untuk sayuran contohnya kangkung. Sayur ini mengandung vitamin A, B1, dan C. Selain itu juga protein, kalsium, zat besi. "Sayuran ini juga banyak manfaatnya, seperti menjadi antiracun, antiradang, dan peluruh kencing," ujar Wahyu.

Namun, kita tidak perlu mengonsumsinya terlalu banyak. Menyantapnya tiga kali sehari bersamaan dengan jadwal makan sudah cukup. "Lebih hemat serta aman buat kantong dan badan," seloroh Wahyu. (Adi Wikanto)

Sehat Cara Singkat ^_^

Selalu memaksakan diri ke gym setiap hari dalam waktu berjam-jam, kini tak perlu Anda lakukan. Sebab 20 menit melakukan kardio dalam satu hari sudah cukup baik bagi tubuh kita, terang ahli kebugaran ternama.
Teori ini juga sudah sukses dipakai banyak selebriti Hollywood seperti Jennifer Aniston, atau Helena Christiansen. Mereka menerapkan sistem semakin intensif Anda berolahraga, semakin sedikit waktu yang Anda butuhkan dan sukses membuktikannya.
"Bagiku 20 menit sesi kardio dalam sehari sudah cukup untuk mendapatkan detak jantung sehat" jelas Helena Christiansen.
Teori ini kemudian didukung oleh penjelasan dari Pengawas konsumen American Council on Exercise yang merekomendasikan 'program kebugaran singkat' bagi mereka yang ingin mendapatkan hasil yang cepat.
Bahkan American College of Sport Medicine (ACSM), juga membenarkan bahwa 20 menit olahraga dengan intensitas tinggi sama baiknya dengan 40-45 menit kardio dengan kecepatan sedang.
"Tetapi tetap perlu diingat semakin sedikit waktunya intensitas latihannya seharusnya semakin berat" jelas Steve Barrett, ahli kebugaran dan penulis buku Trade Secrets Of A Personal Trainer.
Barrett juga menambahkan bahwa meskipun singkat, tetapi sistem olahraga seperti ini juga harus dipikirkan unsur kemajuannya. Sehingga latian tidak statis.
"Konsistensi adalah kunci. Idealnya, Anda harus melakukan lima sesi latihan selama 20 menit dalam seminggu, atau menggabungkan dua atau tiga kali 20 menit latihan aerobik dengan aktivitas seperti berjalan, berlari atau bersepeda" tutupnya.

Konsumsi Multivitamin Hanya Bila Diperlukan!!!

Mengonsumsi multivitamin bagi sebagian besar orang sudah menjadi agenda wajib harian, seperti halnya makan. Begitu larisnya suplemen yang dianggap pelengkap nutrisi ini. Di Amerika Serikat saja, setiap tahunnya dikeluarkan uang 20 juta dollar AS untuk membeli suplemen.
Sayangnya, ternyata konsumsi suplemen vitamin itu tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan, yaitu jauh dari penyakit dan panjang umur. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal kesehatan Archives of Internal Medicine menyebutkan, beberapa jenis suplemen malah akan memperpendek umur!
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan informasi dari 40.000 wanita yang mengisi kuesioner beberapa kali dalam kurun waktu 22 tahun. Mereka menjawab pertanyaan mengenai berbagai isu kesehatan, termasuk kebiasaan mengonsumsi suplemen.
Kemudian, hasil data tersebut dicocokkan dengan catatan kesehatan negara dan indeks kematian nasional AS. Hasilnya, para peneliti mengidentifikasi beberapa jenis suplemen yang bisa mempercepat kematian, yakni vitamin B6, asam folat, zat besi, magnesium, zinc, serta tembaga.
Beberapa dari suplemen itu memang hanya meningkatkan risiko kematian sedikit lebih tinggi dalam periode penelitian. Tetapi, ada juga yang angka kenaikannya cukup signifikan, sekitar 18 persen.
Jaako Mursu, PhD, ketua penelitian ini, menyebutkan, hasil riset ini mungkin tidak sama dengan responden pria.
Ia menjelaskan, konsumsi suplemen multivitamin sebaiknya hanya dilakukan jika kita punya riwayat kekurangan vitamin sebelumnya. "Minum tambahan suplemen vitamin dan mineral tampaknya justru bisa membahayakan," katanya.
Mursu menambahkan, segala hal yang berlebihan, termasuk air, bisa berbahaya. Suplemen multivitamin pada umumnya mengandung dosis tinggi vitamin dan mineral, di mana hal itu tidak akan terjadi jika kita memenuhinya dari makanan.
Keuntungan lain dari memenuhi gizi dari bahan pangan sehari-hari adalah variasi jenis dan kombinasi daripada jika kita mengasupnya dari suplemen.
"Untuk memenuhi kebutuhan gizi, konsumsilah buah dan sayuran, juga biji serelia utuh, dalam jumlah yang cukup dan bervariasi," katanya.
Bahan-bahan makanan bukan hanya mengandung vitamin dan mineral yang cukup, melainkan kombinasi dari berbagai variasi makanan itu juga lebih bermanfaat untuk tubuh ketimbang pil suplemen.
"Jika Anda tidak punya alergi pada makanan tertentu, makanlah berbagai ragam bahan pangan," katanya.